Imam dan khatib memegang amanah penting dalam membimbing jamaah. Karena itu, keduanya perlu memperhatikan ilmu, kesiapan diri, keteladanan, serta kemaslahatan umat dalam setiap pelaksanaan ibadah.
Panduan Pertama
Adab Imam
Orang yang menjadi imam hendaknya memahami kedudukannya sebagai pemimpin shalat. Ia perlu memastikan kelayakan diri, menjaga kebenaran bacaan, serta memberi kemudahan kepada jamaah tanpa mengurangi kesempurnaan ibadah.
- Menimbang kelayakan diri dan mendahulukan orang yang lebih fasih membaca Al-Qur'an serta lebih memahami sunnah.
- Mengetahui hukum-hukum shalat, bacaan yang benar, sujud sahwi, dan perkara yang berkaitan dengan imam.
- Meluruskan dan merapatkan saf sebelum memulai shalat.
- Melaksanakan shalat secara ringkas, tetapi tetap sempurna dan optimal dengan memperhatikan keadaan jamaah.
- Membaca rakaat pertama lebih panjang daripada rakaat kedua.
- Memanjangkan dua rakaat pertama dan meringankan dua rakaat terakhir pada shalat empat rakaat.
- Memperhatikan kepentingan makmum tanpa menyelisihi tuntunan sunnah.
- Tidak melaksanakan shalat sunnah tepat di tempat shalat wajib.
- Berdiam sejenak setelah salam sebelum berbalik menghadap jamaah.
- Menghadap makmum setelah salam agar dapat menyampaikan nasihat atau kebutuhan jamaah.
- Tidak mengkhususkan doa hanya untuk dirinya ketika doa tersebut diamini para makmum.
- Tidak mengambil tempat yang terlalu tinggi dibandingkan posisi makmum.
- Memilih posisi yang dapat dilihat dan diikuti seluruh makmum.
- Tidak terlalu lama duduk menghadap kiblat setelah salam.
- Boleh berbalik ke arah makmum melalui sisi kanan maupun kiri.
- Menggunakan sutrah sebagai pembatas di depan imam sekaligus bagi jamaah di belakangnya.
“Yang berhak menjadi imam suatu kaum ialah yang paling pandai membaca Kitabullah. Jika mereka sama dalam bacaan, maka yang lebih mengetahui tentang sunnah.” HR. Muslim
Panduan Kedua
Adab Khatib
Khatib bertugas menyampaikan nasihat yang menguatkan iman dan menjawab kebutuhan umat. Khutbah hendaknya disampaikan dengan tenang, jelas, penuh tanggung jawab, dan tidak berpanjang-panjang.
- Memberi salam ketika masuk masjid dan ketika naik mimbar sebelum khutbah.
- Menyampaikan khutbah dari atas mimbar agar terlihat dan didengar jamaah.
- Duduk pada anak tangga mimbar yang paling atas ketika menunggu azan.
- Mengeraskan suara secukupnya agar isi khutbah terdengar jelas.
- Boleh bersandar atau berpegangan pada tongkat ketika berkhutbah.
- Menyampaikan khutbah secara singkat, jelas, dan tidak bertele-tele.
- Boleh memberi isyarat dengan telunjuk ketika berdoa.
- Membahas urusan umat dan persoalan yang relevan bagi kehidupan kaum muslimin.
Menjadi Teladan bagi Jamaah
Adab imam dan khatib tidak berhenti ketika ibadah selesai. Keduanya diharapkan terus menjaga ilmu, akhlak, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari agar kehadirannya memberi manfaat bagi umat.
